Monday, March 23, 2020

Covid -19

Akhir tahun 2019 diwarnai dengan kabar tidak sedap. Kabar itu berasal dari negara Tongkok. Infeksi virus corona menyebar dengan cepat dan masif di negara Tiongkok. Diketahui jenis virus yang menginfeksi ribuan warga Tiongkok, yaitu 2019-Novel Corona virus (2019-nCoV). Penyakit yang ditimbulkannya  disebut Corona Virus Dissease 2019 (COVID 2019).
2019-nCoV adalah virus yang teridentifikasi sebagai penyebab kejadian luar biasa (outbreak) penyakit gangguan pernapasan berat COVID 2019 yang terdekteksi di kota Wuhan, Tiongkok. Virus ini dilaporkan berasal dari pasar makanan laut (seafood) dan binatang Huanan di Wuhan, Tiongkok. Awalnya, virus ini diketahui menyebar dari binatang ke manusia, tetapi setelah diketahui banyaknya pasien yang terinfeksi tidak memiliki kontak dengan binatang, ternyata virus ini dapat menyebar dari manusia ke manusia.
           
Penyebaran
Belum banyak yang dapat diketahui tentang cara penyebaran 2019-nCoV. Awalnya, virus ini hanya menyebar pada hewan, tetapi faktanya saat ini virus dapat menyebar dari manusia ke manusia. Penyebaran dari orang ke orang terjadi melalui kontak erat (± 1,8 meter) dengan penderita. Penyebaran 2019-nCoV terjadi melalui percikan kecil (droplet) saat pasien yang terinfeksi tersebut batuk atau bersin, lalu masuk ke hidung, mulut, dan paru-paru orang lain.
Sumber foto: James Gathany/CDC Public Health Image library/Wikimedia
Sama seperti cara penularan influenza atau infeksi saluran napas lain. Masih belum jelas apakah seseorang dapat terinfeksi 2019-nCoV melalui sentuhan benda yang terkontaminasi 2019-nCoV.

Gejala
Berdasarkan laporan dari pasien yang terkonfirmasi 2019-nCoV, diketahui spektrum gejala COVID 2019 yang sangat luas. Mulai dari pasien tanpa gejala, gejala ringan, berat, hingga dapat menyebabkan keadaan kritis. Gejala dapat muncul 2-14 hari setelah terpapar virus.
Gejala pasien yang terinfeksi meliputi:
  • demam;
  • batuk;
  • sesak napas;

Pencegahan
Belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi 2019-nCoV, jalan terbaik untuk mencegah infeksi adalah menghindari terpapar virus. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi 2019-nCoV adalah sebagai berikut.
  1. Cuci tangan menggunakan sabun dan air minimal 20 detik, terutama setelah dari kamar mandi, sebelum makan, dan setelah bersin, batuk, atau mengusap hidung;
  2. Jika tidak tersedia sabun dan air, gunakan hand sanitizer berbahan alkohol minimal 60%;
  3. Hindari memegang, hidung dan mulut jika belum mencuci tangan;
  4. Hindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit;
  5. Jika anda mengalami keluhan kesehatan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika tidak disarankan rawat inap, tetaplah tinggal di dalam rumah;
  6. Tutup hidung dan mulut menggunakan tisu saat batuk dan bersin, lalu buang ke tempat sampah;
  7. Bersihkan peralatan yang sering dipegang atau disentuh secara berkala.

Pengobatan
Belum ada antivirus spesifik untuk membunuh 2019-nCoV, pasien yang terinfeksi akan diberi pengobatan suportif untuk mengatasi gejalanya saja dan mencegah komplikasi yang lebih berat. Sebab, infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya dengan mengandalkan antibodi atau kekebalan tubuh kita. Jika antibodi kita baik, kita akan terhindar dari COVID 2019, atau akan mampu melawan virus ini ketika terinfeksi. Dengan menjaga pola makan bersih dan sehat, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup, itu dapat membantu mempertahankan daya tahan tubuh kita terhadap infeksi virus.

No comments:

Post a Comment